Selasa, 15 Maret 2016

Duhai Calon Penyempurna Agamaku...

Sedang sibuk apakah dirimu...?
Apakah kau lupa, Aku disini selalu menunggumu..
Menunggu kedatangan dirimu menemui waliku..
Siapapun kamu.. Aku siap menerima dirimu..

Hari ini kuputuskan untuk tidak jatuh cinta kepada siapapun..
Karena aku ingin sekali membangun cinta dengan dirimu..
Apakah kamu siap..!
Duhai Calon Penyempurna Agamaku..?

Kalau saat ini dirimu masih sibuk..
Aku akan menunggumu sambil memperbaiki akhlak ku..
Karena aku yakin.. dan percaya..
Bahwa engkau akan menjadi penghubung antara diriku dengan tuhanku..

Duhai Calon Penyempurna Agamaku...
Aku sangat yakin engkau akan menjemputku..
Untuk itu Mari kita sama-sama berdoa..
Semoga Allah Swt tetap menjaga hati kita... Niat kita...
Sampai aku dipertemukan dengan dirimu..
Untuk membangun cinta karena Nya.

Rabu, 09 Maret 2016

Arti di Balik Gaya Duduk Pria dengan Kaki Disilangkan

Menurut seorang penulis bernama Janine Driver, bahasa tubuh seseorang bisa menyampaikan sejuta makna.

Dalam bukunya yang bertajuk You Can’t Lie To Me, Driver mengungkapkan sejumlah arti duduk yang biasa dilakukan oleh kaum pria.

Menurut Driver, pria yang selalu duduk dengan gaya menyilangkan kaki, memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan berani dalam memegang kendali.

Nah, apabila pria duduk dengan menyilangkan kaki saat sedang kencan, ini berarti pria tersebut tertarik sekaligus nyaman saat bersama Anda.

Kemudian, Driver mengingatkan, untuk berhati-hati dengan pria yang sering berdiri dengan tangan di pinggul.

Pasalnya, pria tersebut memiliki sikap agresif dan menikmati ketika seseorang merasa terancam padanya.

Selain itu, pria yang demikian memang suka membuat orang lain merasa tidak nyaman, hobi mengintimidasi, dan biasanya kurang cerdas.

Penulis: Kontributor Female, Lusina
Editor: Syafrina Syaaf
Sumber: Cosmopolitan UK

Matahari dan bulan bertemu

Matahari dan bulan bertemu,
Saling menyapa dan melontar salam rindu
Bercanda ria mengucap “Assalamualaikum, bagaimana kabarmu?”
Setelah berabad-abad tak bertemu
Akhirnya takdir Allah membawa mereka pada pertemuan yang kan di kenang slalu
Betapa indahnya Allah mengajak kita untuk mengerti
Mentadaburi kuasa pun keagungan Ilahi
Bertasbih dan memuji-Nya agar setiap hela nafas diberkati, diridhoi
Semoga kita bukanlah termasuk dalam golongan manusia yang lalai pun tak peka
Semoga kita bukanlah termasuk orang-orang yang dengan mudahnya dimasukkan ke dalam neraka
Maka, jika matahari dan bulan itu bertemu dan berbagi kisah dalam cerita “gerhana”
Bertasbilah pada-Nya, berdzikirlah hanya untuk-Nya
Lakukan shalat dan bersedah hanya karena-Nya
Karena keduanyapun melakukan hal yang sama
Bergema menyebut asma-Nya

Sumber
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=984571751612806&substory_index=0&id=425031680900152

Selasa, 08 Maret 2016

Kesalahan kah ini

Aku disini sekarang
Aku kesini bukan pergi sebentar
Yang bisa pulang kapan aku mau
Kesalahan apakah yang telah ku lakukan
Sehingga aku ada disini...

Inilah sebuah penyesalan mungkin bisa diistilahkan nasi sudah jadi bubur
Sekarang Aku bumbui bubur agar bisa kunikmati
Bubur yang enak dari bumbu yang lengkap
Hal tak mudah untuk dilakukan

Tak ada sedikitpun dipikran
hidup akan seperti ini
Hanya taubat dan tawakal kepada sang Pencipta yang mesti aku lakukan
Panasnya matahari dan dinginnya malam itulah hari2 ku yang membuat aku tau nikmat tuhan luar biasa
Jauh dari orang tua,adik2 dan Saudara hanya air mata yang menyesuaikan dengan lingkungan
#renungan cinta yang salah